Respons Gempa NTT, HSI BERBAGI Turunkan Tim Alfa Salurkan Bantuan

By: hardi

Leny Hasanah- Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI

Warga penyintas di Kampung Rawuk berbekal tenda alakadarnya menjadikan tempat berlindung pasca gempa M7,7 yang mengguncang NTT pekan lalu. Saat ini warga masih sangat membutuhkan bantuan berupa logistik dan pasokan air bersih untuk bertahan di tengah gempa susulan yang kerap terjadi. Foto; Tryani/ Dok HSI BERBAGI.

Nusa Tenggara Timur, news.berbagi.id – Sepekan setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI menyiapkan keberangkatan Tim Alfa untuk melakukan asesmen langsung di wilayah terdampak.

Ketua Program Tanggap Bencana HSI BERBAGI, Agung Abu Uswah mengatakan, tim yang disiapkan berjumlah tiga personel. Dua personel akan bertugas di lapangan, sementara sisanya menangani administrasi.

“Insyaallah tiga personel, dua personel lapangan dan satu personel administrasi,” ujar Agung di Solo, Kamis (21/8/2026).

Sebelum keberangkatan, Tim Alfa akan melakukan regroup di Posko MBA (Markaz Bersama Assunnah) di Ende. Dari posko tersebut, tim akan melanjutkan koordinasi dan menentukan langkah berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Agung menjelaskan, mekanisme kerja tim akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari asesmen cepat terhadap kondisi penyintas.

“Intinya, tim Alfa tersebut akan melakukan Rapid Assessment – Mapping kebutuhan – Pengadaan – Penyaluran,” jelasnya.

Tiga personel yang disiapkan untuk Tim Alfa adalah Dovit Agususilo, Adhi Setyawan, dan Muhammad Nasirudin.

Keberangkatan Tim Alfa merupakan perkembangan terbaru setelah sebelumnya Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI masih berada dalam tahap pemantauan dan koordinasi. Dalam berita sebelumnya, Ketua Program Tanggap Bencana HSI BERBAGI menyampaikan bahwa tim masih menunggu arahan untuk menentukan waktu keberangkatan ke NTT. (baca selengkapnya: https://news.berbagi.id/tanggap-bencana-gempa-ntt-m77-tim-hsi-berbagi-siaga-penuh-fokus-pantau-tahap-evakuasi-sar)

Kini, setelah perkembangan kondisi lapangan terus dipantau, persiapan personel dan mekanisme respons pun mulai dilakukan untuk melakukan giat di lokasi bencana.

110 Ribu Lebih Warga Masih Mengungsi

Berdasarkan pembaruan BNPB hingga Jumat (21/8) pukul 16.00 WIB, jumlah warga yang masih mengungsi akibat gempa mencapai lebih dari 110.785 jiwa. Korban meninggal dunia tercatat 83 orang, sementara 986 orang mengalami luka-luka. BNPB juga mencatat sebanyak 4.258 gempa susulan, dengan gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 6,2.

Kerusakan rumah tercatat sebanyak 45.006 unit, terdiri dari 17.175 rumah rusak berat, 9.818 rusak sedang, dan 18.013 rusak ringan. Pendataan dan verifikasi kerusakan masih dilakukan pemerintah daerah berdasarkan nama dan alamat warga terdampak. (baca kondisi penyintas saat ini; https://news.berbagi.id/gempa-ntt-sumur-menghitam-tryani-dan-warga-rawuk-krisis-air-bersih-serta-logistik)

Di sisi lain, penanganan infrastruktur terus menunjukkan perkembangan. Hingga 21 Agustus, jaringan listrik di wilayah Flores bagian timur dan barat dilaporkan telah pulih 100 persen. Sembilan ruas jalan nasional yang terdampak juga telah kembali fungsional, termasuk akses utama Ende–Nagekeo yang sebelumnya sempat terganggu.

Untuk kebutuhan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum juga telah mengerahkan peralatan untuk memperbaiki fasilitas sumber daya air serta menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah, termasuk Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Sementara itu, distribusi bantuan logistik terus dilakukan. BNPB mencatat total bantuan pangan dan nonpangan yang telah disalurkan sejak 15 hingga 21 Agustus mencapai 778 ton, termasuk tenda, matras, selimut, genset, serta kebutuhan pangan. (sbn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *