Leny Hasanah- Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI

Dampak Kerusakan yang terjadi akibat gempa M7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur/ Foto; Istimewa.
Nusa Tenggara Timur, news.berbagi.id – Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8, pukul 04:58 WIT, memicu keprihatinan mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Merespons bencana besar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan ribuan warga yang mengungsi, Tim Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI (TB HSIB) langsung mengambil langkah siaga penuh.
Ketua Program Tanggap Bencana HSI Berbagi, Agung Abu Uswah menegaskan, saat ini tim lapangan terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi berkala dengan pihak-pihak terkait di lokasi bencana.
“Untuk gempa NTT kami masih menunggu arahan dari Pengurus HSI Berbagi Pusat, apakah akan ada perintah untuk berangkat saat ini atau menunggu saat yang tepat. Sekadar informasi, saat ini (hari-hari ini) di lokasi masih dalam tahap Pencarian dan Pertolongan (SAR),” jelas Agung kepada https://news.berbagi.id (Minggu, 16/8).
Agung menegaskan, HSI Berbagi berkomitmen untuk mengirimkan bantuan yang efektif dan tepat sasaran. Jika koordinasi pusat telah selesai dan instruksi keberangkatan resmi diturunkan, personel yang diterjunkan adalah relawan yang siap menghadapi medan berat di lokasi bencana.
“Jika memang diminta untuk berangkat, maka pengurus Tanggap Bencana insyaallah akan memilihkan personel yang memiliki kemampuan untuk membuka posko mandiri dan menjalankan misi yang diamanahkan,” tambah Agung.
Kondisi Terkini: 5.000 Jiwa Mengungsi, Akses Jalan Terputus
Berdasarkan pemutakhiran data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8) dini hari, dampak gempa susulan yang mencapai 341 kali telah memaksa lebih dari 5.000 warga bertahan di posko pengungsian.
Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa, di mana 1.356 jiwa ditampung di GOR Samador Maumere dan sisanya tersebar mandiri di 10 titik. Sementara di Kabupaten Manggarai, sebanyak 2.078 jiwa dilaporkan berada di pengungsian.
Hingga saat ini, dari bencana gempa tersebut telah menelan 51 korban jiwa (update terbaru Basarnas) dan menyebabkan 101 warga luka-luka. Kerusakan material pun sangat masif, mencakup 914 rumah rusak berat serta ratusan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah yang hancur.
Tantangan di lapangan kian berat karena akses jalan darat yang menghubungkan Ende – Nagekeo terputus total, sehingga menyulitkan mobilisasi tim penyelamat. Di sisi lain, jalur lintas Larantuka – Maumere dilaporkan sudah mulai bisa dilalui kendaraan.
Pemerintah daerah setempat kini telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana. Wilayah Kabupaten Manggarai bahkan memberlakukan masa tanggap darurat paling lama, yakni selama 90 hari ke depan guna memaksimalkan penanganan pascabencana dan pemulihan para korban.
Kebutuhan Mendesak Pengungsi
Para penyintas di tenda-tenda darurat saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dasar yang mendesak, di antaranya:
Tenda darurat dan alas tidur (velbed/tikar)
Bahan pangan pokok (beras dan makanan siap saji)
Obat-obatan dan layanan medis darurat
Selimut dan kebutuhan sanitasi/air bersih
Genset untuk penerangan posko
Mari Ringankan Beban Saudara, Titipkan Bantuan Terbaik Anda Hari Ini
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Mungkin raga kita tidak berada di lokasi bencana, namun uluran tangan kita dapat meringankan duka mereka. Melalui Program Tanggap Bencana HSI BERBAGI, amanah donasi yang Anda titipkan akan disalurkan secara tepat dan amanah berdasarkan skala prioritas di seluruh giat bencana di Indonesia dan sesuai kebutuhan lapangan.
Salurkan empati kemanusiaan Anda melalui: https://hsi.berbagi.id/donasi/tanggap-bencana-ntt
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, memberikan keselamatan, kesabaran, serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini. (sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar