Gempa NTT: Sumur Menghitam Tryani dan Warga Rawuk Krisis Air Bersih serta Logistik

By: hardi

Leny Hasanah- Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI

Tryani dan warga Kampung Rawuk terpaksa mengambil air dari sawah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Pascagempa sumur warga menghitam, sehingga tidak layak untuk konsumsi dan bersuci. Penyintas mengalami krisis air dan pasokan logistik yang mendesak. Foto-foto: Dok HSI BERBAGI.

Nusa Tenggara Timur, news.berbagi.id – Gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), memaksa puluhan kepala keluarga di Kampung Rawuk bertahan di tenda pengungsian mandiri. Selain kehilangan tempat tinggal, para penyintas kini semakin kesulitan akibat krisis air bersih dan pasokan pangan yang belum menyentuh lokasi mereka.

Kondisi darurat tersebut dikonfirmasi oleh Tryani, salah satu penyintas di Kampung Rawuk, Desa Taen Terong Satu, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Rabu (19/8/2026). Kepada https://news.berbagi.id alumni PG PAUD Universitas KH Abdul Halim Mojokerto ini menjelaskan, guncangan gempa merusak struktur geologis. Sehingga seluruh sumur warga berubah warna menjadi hitam pekat dan tidak dapat dikonsumsi maupun digunakan untuk bersuci.

“Semua sumur tidak bisa digunakan. Kami krisis air bersih, karena air sumur hitam semua pengaruh gempa. Hanya ada satu mata air yang bisa diambil dari sawah, kayak aliran air di sawah,” ujar Tryani.

30 Rumah Rusak, Pengungsi Belum Tersentuh Bantuan

Sebagai tempat berlindung, warga harus membangun tenda seadanya secara mandiri.

Berdasarkan pendataan mandiri di lapangan, sedikitnya 30 unit rumah warga di wilayah pergunungan Kampung Rawuk mengalami kerusakan berkisar dari kategori ringan hingga roboh total (rusak berat).

Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) kini mendirikan tenda darurat secara mandiri di lapangan terbuka dan di halaman depan rumah masing-masing akibat rentetan gempa susulan berkekuatan M 4,0 hingga M 5,1 yang terus membayangi trauma warga.

Meskipun akses jalan dan fasilitas umum di wilayah ini dilaporkan masih dalam kondisi baik, hingga hari keempat pascagempa belum ada bantuan logistik yang menyentuh ke wilayah (titik) pengungsian Kampung Rawuk.

Untuk menyambung hidup sehari-hari, para pengungsi mengandalkan sisa stok makanan pribadi dan donasi swadaya dari jaringan keluarga di luar NTT, seperti Kalimantan dan Malaysia. (baca juga berita sebelumnya; https://news.berbagi.id/laporan-dari-episentrum-gempa-ntt-penyintas-di-mbay-bangun-tenda-darurat-secara-mandiri)

“Rumah saya rusak parah tidak bisa ditempati, namun alhamdulillah seluruh anggota keluarga selamat. Kami membuat tenda mandiri karena belum ada masuk bantuan dari desa. Harapannya, secepatnya ada bantuan seperti air, beras, dan sembako karena itu yang paling dibutuhkan sekarang,” tutur Triyani.

BNPB Catat Ribuan Warga Bertahan di Tenda Darurat

Kondisi penyintas di tenda ‘darurat’ dengan segala keterbatasan cukup memprihatinkan.

Berdasarkan pembaruan data resmi Basarnas dan BNPB per Selasa (18/8/2026), dampak makro gempa Flores ini telah menyebabkan 70 korban meninggal dunia, 132 korban luka-luka, serta memaksa total 40.040 warga mengungsi di berbagai posko darurat. Khusus untuk Kabupaten Ngada, BNPB mencatat sedikitnya 1.920 jiwa saat ini bertahan di tenda-tenda darurat.

Walaupun pihak otoritas mulai mendistribusikan 3.200 paket sembako dari Labuan Bajo untuk wilayah terdampak, realita di lapangan menunjukkan distribusi logistik darurat belum merata dan belum menyentuh pengungsi di Kampung Rawuk. Kebutuhan paling mendesak bagi warga saat ini meliputi air minum layak konsumsi, bahan pangan pokok, dan makanan siap saji.

Jembatan Kebaikan Bantu Penyintas di NTT

Sebagian besar rumah tinggal warga Kampung Rawuk juga mengalami kerusakan signifikan.

Di tengah kondisi rumah yang hancur dan aktivitas ekonomi yang lumpuh total, mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua untuk dapat bertahan melintasi masa tanggap darurat.

Mari ringankan beban saudara kita di Kabupaten Ngada, NTT di masa sulit ini. Salurkan kepedulian dan infaq terbaik Anda secara cepat, amanah, dan tepat sasaran melalui tautan resmi Portal Donasi Tanggap Bencana NTT LAZ HSI Berbagi. Klik: https://hsi.berbagi.id/donasi/tanggap-bencana-ntt

Sekecil apapun donasi yang Anda berikan, semoga menjadi penambah catatan amal dan pemberat timbangan kebaikan kelak di yaumul akhir. (sbn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *