Rangkaian Giat Usai, 925 Anak Berhasil Dikhitan Massal

By: hardi

Leny Hasanah- Daksos Khitan Ceria 1000 Anak Yogyakarta

Anak-anak peserta khitan di Lopati tampak semangat dan ceria menyambut sunnah fitrah yang mereka jalani. Foto-foto; Subhan Abu Mayla.

Yogyakarta, news.berbagi.id – “Nggak… nggak takut… senang mau disunat.” Begitulah jawaban Amar sambil tersenyum saat menunggu gilirannya mengikuti Khitan Massal HSI BERBAGI di Lopati, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul, pada Senin (6/7/2026).

Wajah bocah taman kanak-kanak itu tampak tenang. Tak terlihat rasa cemas, justru dia semangat menyambut salah satu sunnah fitrah yang akan dijalaninya pagi itu.

Senyum Amar menjadi satu dari ratusan kisah dalam pelaksanaan Khitan Massal HSI BERBAGI Yogyakarta 2026. Selama enam hari penyelenggaraan, 4–9 Juli 2026, sebanyak 925 anak berhasil mengikuti khitan melalui kolaborasi bersama 16 mitra yang tersebar di Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kulon Progo.

Deputy Panitia Khitan Massal Yogyakarta 2026, Muhammad Gigih Nanggoro, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program tersebut. (baca juga; https://news.berbagi.id/berita-foto-hari-ketiga-khitan-ceria-hsi-berbagi-minim-drama)

“Alhamdulillah, secara keseluruhan pelaksanaan berjalan baik dan sesuai rencana. Tidak ada insiden, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mudahkan penyelenggaraan khitan massal di 16 titik di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya kepada news.berbagi.id di Yogyakarta, Ahad (12/7/2026).

Menurut Gigih, sinergi bersama para mitra menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan program ini. Tak hanya membantu menjangkau lebih banyak penerima manfaat, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi dakwah yang lebih luas pada masa mendatang.

“Umpan balik dari para mitra sangat baik. Insyaallah, ini menjadi awal kerja sama yang baik ke depannya. Mitra-mitra khitan ini juga bisa menjadi mitra HSI Berbagi dalam program-program lain, sehingga dakwah semakin tersebar dan semakin mudah menjangkau masyarakat di wilayah mereka,” jelasnya.

Bulan Suro dan Prosesi Khitan

Secara keseluruhan rangkaian giat khitan massal di Yogyakarta berjalan lancar, anak-anak senang, orang tua bersyukur dan terbantu karena putra mereka berhasil dikhitan.

Dari total 1.102 pendaftar, sebanyak 925 anak berhasil mengikuti khitan atau sekitar 84 persen dari jumlah pendaftar.

Gigih menjelaskan, bahwa tidak tercapainya target seribu peserta bukan disebabkan kendala teknis selama pelaksanaan, melainkan dipengaruhi beberapa faktor yang menjadi bahan evaluasi panitia.

“Belum sampai seribu anak. Yogyakarta merupakan provinsi yang wilayahnya relatif kecil sehingga beberapa mitra berada dalam jarak yang cukup berdekatan. Hal ini membuat jangkauan penjaringan peserta menjadi terbatas. Ke depan, ini akan menjadi evaluasi apakah perlu diterapkan pengaturan jarak antar mitra agar penjaringan peserta bisa lebih maksimal,” katanya.

Selain itu, panitia juga mencatat cukup banyak peserta yang telah mendaftar tetapi tidak hadir pada hari pelaksanaan.

“Kami tidak mengetahui secara pasti alasan mereka tidak datang. Namun informasi yang kami terima, sebagian masyarakat masih memiliki keyakinan bahwa khitan tidak boleh dilakukan pada bulan Suro. Padahal keyakinan tersebut tidak dibenarkan dalam syariat Islam,” ujarnya.

Ia berharap program ini juga menjadi bagian dari ikhtiar dakwah untuk meluruskan pemahaman tersebut.

“Ini menjadi tugas kita bersama, khususnya para penggiat dakwah. Semoga melalui kegiatan khitan massal ini masyarakat semakin memahami bahwa tidak ada larangan berkhitan pada bulan Muharram atau Suro menurut syariat Islam,” ungkap Gigih menegaskan.

Di akhir kegiatan, dia menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program, mulai dari mitra pelaksana hingga para donatur.

Jazaakumullahu khairan kepada seluruh mitra yang telah ikut andil dalam program ini. Semoga kerja sama ini menjadi awal semakin luasnya dakwah di lokasi masing-masing, masyarakat semakin menerima dakwah sunnah, dan sinergi bersama LAZ HSI Berbagi terus berlanjut pada program-program berikutnya,” tuturnya.

Dukungan Muhsinin Tunaikan Sunnah Fitrah

Alhamdulillah, atas pertolongan Allah Azza wa Jalla keluarga muslim di Yogyakarta merasakan manfaat nyata program khitan massal HSI BERBAGI. Dukungan semua pihak dan para muhsinin menjadi bagian penting terselenggaranya giat penuh manfaat ini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh donatur dan muhsinin yang telah menginfakkan hartanya sehingga program ini dapat terlaksana.

“Banyak keluarga yang terbantu melalui program ini. Semoga setiap infak yang diberikan menjadi amal jariyah. Khitan merupakan salah satu sunnah fitrah, dan semoga anak-anak yang telah dikhitan tumbuh menjadi generasi yang semakin bertakwa, rajin beribadah, serta membawa keberkahan bagi orang tua dan umat,” jelas Gigih meyakinkan.

Adapun 16 mitra yang berkolaborasi dalam Khitan Massal HSI Berbagi Yogyakarta Tahun 2026 yaitu Nursini Qomaruddin, MABA, Yayasan Sahabat Ilmu, Bina Dakwah Sunnah, Godean Mengaji, Griya Pantes, Masjid Djajengskarso Malioboro, Sedekah Lopati, FKIKP Kulon Progo, Hamalatul Quran, ICM Sembungan, Kampuz Jalanan, Mutiara Hikmah Official, Sleman Utara Mengaji, SDIT Bunayya, dan Masjid Yapadi yang tersebar di Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kulon Progo. (berita sebelumnya; https://news.berbagi.id/berita-foto-suara-tangis-pecah-di-masjid-abdurrahman-bin-auf)

Melalui kolaborasi tersebut, HSI Berbagi berharap semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat layanan kesehatan berbasis syariat sekaligus semakin terbukanya jalan dakwah di tengah masyarakat. Pelaksanaan Khitan Massal HSI Berbagi Yogyakarta 2026 juga kembali didukung oleh RS Nur Hidayah Bantul dengan menurunkan tim medisnya, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi mitra HSI Berbagi dalam menghadirkan layanan khitan yang aman, nyaman, dan profesional.

Manfaat Nyata Bantu Keluarga Muslim

Gedung Serba Guna Pogung Lur, Sinduadi, Mlati Sleman menjadi salah satu lokasi rangkaian giat khitan massal HSI BERBAGI di Yogyakarta berkolaborasi dengan lembaga SDIT Bunnaya.

Khitan Massal 1000 Anak HSI BERBAGI di Yogyakarta langsung dirasakan manfaatnya oleh para peserta dan keluarganya. Salah satunya disampaikan Yaumul Syawal, orang tua peserta yang putranya berusia lima tahun mengikuti khitan di titik Bina Dakwah Sunnah, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Menurutnya, program Khitan Massal HSI Berbagi sangat membantu keluarga dan menjadi ikhtiar mereka untuk menunaikan sunnah fitrah sejak dini.

Kesan serupa juga disampaikan Arif, ayah dari Ibrahim, salah seorang peserta khitan. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut karena pelayanan yang diberikan cepat, nyaman, dan sangat membantu masyarakat.

“Alhamdulillah, anak saya sudah senang dan bersemangat sejak berangkat dari rumah. Sampai di lokasi juga tetap anteng. Proses khitannya nyaman dan cepat, masyaallah. Awalnya kami berencana mengikutkan dua anak, tetapi satu anak lagi belum siap. Program ini sangat membantu keluarga kami karena meringankan biaya khitan,” ujarnya.

Sementara itu, Ibrahim mengaku tidak merasa gugup menjelang proses khitan. “Semangat saja untuk khitan. Sampai di sini saya senang dan tidak terpengaruh teman-teman yang takut,” katanya sambil tersenyum.

Ungkapan langsung para orang tua dan peserta di lokasi menjadi penutup manis dari rangkaian Khitan Massal HSI Berbagi Yogyakarta 2026. Di balik capaian 925 anak yang berhasil dikhitan, tersimpan harapan agar makin banyak keluarga yang terbantu, makin luas syiar sunnah fitrah, dan makin kuat sinergi dakwah bersama berbagai mitra untuk menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat. (sbn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *