Teks dan foto; Subhan Abu Mayla
Yogyakarta, news.berbagi.id– Senin, 6 Juli 2026 memasuki hari ketiga pelaksanaan Khitan Ceria 1000 Anak LAZ HSI BERBAGI di Daerah Istimewa Yogyakarta, antusiasme warga masih terlihat tinggi. Sejak pagi hari, para orang tua beserta putra mereka yang ingin dikhitan sudah berkumpul dan memadati lokasi kegiatan untuk proses registrasi.
Satu diantara tiga lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan khitan adalah di Masjid Al-Mustaqim Dusun Lopati Srandakan, Bantul, sementara dua lokasi lainnya di Griya Pantes, Jl. Cokroaminoto 49A Simpang Lima Badegan, Bantul, serta Masjid Djajengkarso, Malioboro, Yogyakarta.
Di tiga lokasi ini, tim medis Rumah Sakit Nur Hidayah yang bertindak sebagai eksekutor sukses mengkhitan 132 anak dengan rincian 28 anak di Lopati, 78 anak Griya Pantes, 26 anak di masjid Djajengkerso, dan jika ditotal sejak hari pertama dan kedua yang dimulai Sabtu 4 Juli 2026 jumlah keseluruhan peserta yang telah dikhitan mencapai 630 anak.

Beginilah suasana pagi hari di masjid Al-Mustaqim, Lopati. Sejak pukul 07.15 para orang tua dan peserta sudah terlihat duduk rapih dan tertib memadati area masjid, bersiap-siap untuk mengikuti pelaksanaan khitan yang dimulai pukul 08.00 WIB. Kegembiraan anak-anak yang akan dikhitan sesekali terdengar dari percakapan dan canda mereka memecah keheningan. Raut wajah semangat untuk menunaikan fitrah dalam syariat agama seakan menjadi penguat, mengusir rasa takut yang kerap menjadi momok di setiap eksekusi khitan.

Senyum mengembang, proses khitan berjalan tenang. Tak ada ‘drama’ berupa tangisan dan rasa takut yang berlebihan. Dan, suasana seperti inilah yang terjadi di Lopati. Anak-anak tampak gembira dan bahagia menatap pengalaman seumur hidup mereka saat prosesi khitan dilakukan oleh tim medis. (baca berita sebelumnya; https://news.berbagi.id/berita-foto-suara-tangis-pecah-di-masjid-abdurrahman-bin-auf)

Para orang tua juga turut berperan, terus memberi semangat dan keberanian untuk ananda yang sedang dikhitan. Menghibur mereka dengan senyum dan pelukan menjadi langkah penting, sehingga tim medis dapat bekerja cepat dan tepat, dengan penanganan yang optimal. Orang tua peserta pun mengaku terbantu dengan adanya program khitan massal ini. Selain meringankan beban biaya, kegiatan tersebut juga memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. “Kami sangat terbantu, terutama yang memiliki putra untuk dikhitan” ujar mereka di lokasi.

Tim medis menyampaikan bahwa pelaksanaan hari ketiga di Lopati berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti. Proses pelayanan dilakukan secara bertahap, agar setiap peserta mendapatkan penanganan yang aman, nyaman, dan sesuai standar medis.

Komite LAZ HSI BERBAGI, Mujiman Abu Ibrahim yang turut membersamai giat di lokasi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program khitan massal 1000 anak ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepedulian sosial. Sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi anak- anak muslim. Diharapkan kegiatan yang masih akan berlangsung beberapa hari ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya. Mujiman juga turut mendoakan peserta khitan agar menjadi anak yang shalih dan terus semangat dalam menuntut ilmu agama. “Program khitan ini memberi manfaat seumur hidup. Semoga anak-anak diberi kesehatan dan semakin rajin belajar agar menjadi anak yang sukses dalam kehidupannya,” ujar Mujiman meyakinkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar