Teks dan foto; Subhan Abu Mayla
Yogyakarta, news.berbagi.id– Giat Khitan Ceria 1000 Anak LAZ HSI BERBAGI di Yogyakarta hari pertama, Sabtu 4 Juli 2026 dilaksanakan di dua lokasi, yakni; di Masjid Nursini Qomaruddin, Jl. Srandakan, pedukuhan Ngabean Triharjo, Pandak Bantul, sementara lokasi kedua di Masjid Abdurrahman bin Auf (MABA) Karang Tengah RT 03, Tirtonimolo, Kasihan Bantul.
Alhamdulillah, giat berjalan lancar. Khusus di Maba ruang basement masjid menjadi tempat pelaksanaan khitan, suara tangis menjadi penanda keberanian dan rasa takut bercampur menjadi satu. Teriakan terdengar nyaring, riuh rendah mewarnai suasana yang tampak sibuk dari para orang tua untuk meyakinkan dan membimbing anak- anak mereka agar mau dikhitan. Terasa menyentuh. Ada tangis, namun disertai bahagia manakala anak- anak selesai dikhitan. Karena, sungguh keberanian mereka adalah bagian dari menjalankan syariat agama Islam. (baca berita sebelumnya; https://news.berbagi.id/lampaui-target-pendaftar-khitan-massal-yogyakarta-tembus-1-065-peserta)
Dengan profesionalitas tinggi 9 tenaga medis dari RS Nur Hidayah berjibaku, mengerjakan tugasnya penuh semangat. Konsentrasi penuh untuk tetap fokus agar pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan berjalan lancar. Dari pukul 08.30 pagi hingga menjelang pukul 16.00 akhirnya tugas yang diemban diselesaikan dengan baik dan lancar. Hasilnya, 136 anak sukses dikhitan dari 179 peserta yang mendaftar.

Sebanyak 1.000 anak ditargetkan mengikuti Program Khitan Ceria gratis yang diselenggarakan HSI BERBAGI di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus membantu keluarga yang membutuhkan agar anak-anak mereka dapat menjalani khitan dengan aman, nyaman, dan bahagia.

Nemo, Arbizam, Razan, adalah anak-anak berani yang menepis rasa sakit dan akhirnya dikhitan. Meski, tangis mereka sesekali terdengar di ruang sederhana basement masjid Abdurrahman bin Auf dan menjadi saksi bisu keberanian yang mereka tunjukan.

Semua pihak yang terlibat bekerja sama, panitia HSI BERBAGI, para relawan, tenaga medis, orang tua peserta khitan dan tim MABA menjalin kebersamaan demi satu tujuan membawa maslahat.

Seluruh proses khitan dilaksanakan sesuai standar medis dengan memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan peserta. Tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan pascakhitan agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Direktur LAZ HSI BERBAGI Muhammad Qodri Kunsyafiq tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Antuasiame para orang tua membawa anak-anak mereka ke lokasi menjadi perhatiannya secara khusus. “Masyaallah, banyak sekali ternyata yang ikut hadir, animo masyarakat terhadap khitanan ini tentunya mendatangkan banyak manfaat. Terkhusus, bagi orang-orang dan keluarga muslim, disini lah bahagia terbesar bagi para muhsinin, donatur karena telah memberikan banyak kemudahan bagi orang lain dari sebagian harta yang dimiliki. InsyaAllah, akan mendatangkan pahala jariyah dan kami turut mendoakan agar anak-anak yang dikhitan hari ini menjadi anak yang shalih dan shalihah,” ujar Qodri yang terlihat sibuk membantu dan mengawal giat hingga usai.

Melalui kegiatan ini, HSI BERBAGI berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Dan, program khitan massal ini menjadi agenda rutin yang mampu menjangkau lebih banyak anak dari keluarga di berbagai daerah yang membutuhkan pada tahun-tahun mendatang. Aamiin.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar