Leny Hasanah- Tanggap Bencana NTT

Dalam giat kemanusiaan di NTT Tim Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI terus bergerak menyalurkan bantuan, berupa bantuan tunai maupun logistik ke beberapa wilayah terdampak gempa hingga pedalaman Manggarai Timur. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.

Manggarai Timur, news.berbagi.id — HSI BERBAGI menyalurkan bantuan tunai senilai Rp5 juta kepada warga penyintas di Kampung Kalo, Desa Golo Wangkung, Kecamatan Congkar, dan Kampung Rangke, Desa Biting, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan tim tanggap bencana di lokasi bersamaan dengan asesmen kondisi masyarakat di wilayah pedalaman Flores yang turut terdampak gempa. Akses jalan yang rusak dan menanjak, menjadi salah satu kendala dalam menjangkau kedua kampung tersebut.

Koordinator Lapangan Tim Tanggap Bencana HSI Berbagi, Denny Kristanto, menjelaskan, kondisi medan tidak memungkinkan tim membawa logistik dalam jumlah besar dengan armada yang tersedia.

“Medan yang berat tidak memungkinkan membawa banyak logistik, armada tidak memadai,” ungkapnya kepada https://news.berbagi.id  di Manggarai Timur, NTT, belum lama ini.

Untuk menjangkau lokasi, tim harus menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda atau 4×4. Perjalanan menuju kedua kampung berlangsung sejak pagi hingga sore, sedangkan tim baru kembali ke posko pada malam hari. (baca berita lainnya; https://news.berbagi.id/pasca-gempa-ntt-saat-rumah-tak-bisa-lagi-dihuni-tenda-menjadi-pelindung)

Kegiatan ini melibatkan enam personel HSI BERBAGI dan dua personel PP An Nur Ende. Selain menyalurkan bantuan, tim melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi masyarakat dan kebutuhan di wilayah pedalaman.

Akses Sulit, Penghasilan Warga Terbatas

Bantuan tunai diberikan langsung kepada warga penyintas yang membutuhkan.

Menurut Denny, masyarakat muslim di sejumlah kampung pedalaman Manggarai Timur juga terdampak gempa, meskipun dampaknya tidak separah wilayah pesisir utara.

Kondisi geografis dan akses jalan yang kurang memadai turut memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Sebagian warga mengandalkan hasil kebun sebagai sumber penghasilan, sementara hasil yang diperoleh cenderung berkurang saat musim kemarau.

“Di sana kondisi perekonomian sangat minim dibanding pesisir karena akses sulit, jalan tidak bagus sehingga perekonomian tidak bagus. Berkebun musim hujan, kalau kemarau gini tambah sedikit penghasilan dari kebun,” jelas Denny.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang ditemukan tim saat mengunjungi masyarakat di wilayah pedalaman. Medan yang sulit juga menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan yang dapat disalurkan.

Kebutuhan Pendampingan Dakwah

Warga antusias menyambut bantuan tunai yang diberikan LAZ HSI BERBAGI, berharap dapat meringankan beban yang dihadapi pasca gempa yang telah berlalu.

Selain kebutuhan pascabencana, Denny menyampaikan bahwa masyarakat muslim di sejumlah kampung pedalaman masih membutuhkan pendampingan dakwah.

Di beberapa kampung, sudah terdapat dai yang mengajarkan bacaan Al-Qur’an kepada anak-anak. Menurut Denny, kegiatan tersebut membantu anak-anak mendapatkan pembelajaran agama meskipun jangkauannya masih terbatas.

“Di pedalaman itu memang sangat membutuhkan dai. Dai sangat dibutuhkan. Meskipun ada beberapa kampung yang ada dai, walau sekadar bacaan Al-Qur’an, tapi sudah lumayan membentengi anak-anak mereka,” ujarnya.

Kebutuhan dai menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan tim ke wilayah tersebut, selain asesmen kondisi masyarakat terdampak gempa dan penyaluran bantuan.

Penyaluran Logistik di Kampung Translok

Selain menyalurkan bantuan tunai dan logistik, HSI BERBAGI juga menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah berupa 150 mukena bagi anak-anak di Rumah Qur’an Nashrul Haq.

Dalam rangkaian respons di wilayah Manggarai Timur, HSI BERBAGI bersama PP An Nur Ende juga menyalurkan bantuan logistik di Kampung Translok, Buntal, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar.

Bantuan yang disalurkan meliputi 330 kilogram beras, 66 liter minyak goreng, dan 66 botol kecap. Tim juga menyalurkan 150 mukena anak untuk anak-anak Rumah Qur’an Nashrul Haq. Kegiatan tersebut turut mencakup penyaluran dana zakat.

Rangkaian kegiatan ini mencakup penyaluran bantuan tunai, bantuan pangan, dan perlengkapan ibadah bagi masyarakat di sejumlah wilayah Manggarai Timur. Hasil asesmen lapangan ini menjadi bahan bagi tim untuk mengidentifikasi kebutuhan warga di lokasi gempa yang saat ini masih membutuhkan bantuan dari semua pihak. (sbn)