Leny Hasanah- Program Pembangunan

Saat ini progres pembanguan masjid  HSI Boarding School telah memasuki fase persiapan dan pembangunan fisik. Namun, kebutuhan materiil masih sangat diperlukan dan terbuka lebar bagi seluruh masyarakat untuk menyalurkan kebaikannya. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.

Sukabumi, news.berbagi.id – HSI BERBAGI tengah membangun Masjid HSI Boarding School di Sukabumi, Jawa Barat. Masjid ini direncanakan mampu menampung sekitar 600–800 jamaah dan menjadi sarana ibadah bagi santri, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar.

Dengan berdirinya masjid dan fasilitas pelengkap lainnya, diharapkan juga dapat menunjang aktivitas keagamaan sekitar 150–200 santri yang tinggal di HSI Boarding School.

”Pembangunan masjid ini sebenarnya sudah digagas sejak tiga tahun lalu. Inisiatornya kala itu adalah Ketua Yayasan HSI AbdullahRoy, Pak Heru Nur Ihsan, bersama tim proyek masjid,” ujar Aryo Abu Khansa, Divisi Distribusi dan Pendayagunaan LAZ HSI BERBAGI di Sukabumi, kepada https://news.berbagi.id Selasa (20/10/2026).

Gagasan pembangunan masjid tersebut mulai diperkenalkan kepada publik melalui HSI BERBAGI setelah status tanah di Sukabumi dinyatakan tuntas (clean and clear) dan siap untuk dibangun.

Menurut Aryo, pembangunan masjid ini berkaitan dengan tiga hal, yaitu pengembangan pendidikan HSI AbdullahRoy, pemanfaatan lahan, dan fungsi masjid dalam pembinaan santri.

Pertama, pembangunan masjid menjadi bagian dari pengembangan pendidikan HSI AbdullahRoy. Lembaga ini memulai kegiatannya pada 10 September 2013 sebagai halaqah online melalui aplikasi WhatsApp. Seiring perkembangannya, jumlah santri daring HSI AbdullahRoy kini mencapai lebih dari ratusan ribu orang.

Ustadz Dr. AbdullahRoy, M.A, selaku Pembina Yayasan HSI AbdullahRoy, merasa perlu menyiapkan generasi penerus dakwah yang dibina secara tatap muka (offline). Dari sana lah lahir konsep HSI Boarding School.

Kedua, optimalisasi lahan produktif. Lahan di Sukabumi merupakan amanah dari umat. Agar tidak terabaikan, lahan yang tersedia harus dimanfaatkan serta dihidupkan dengan amal jariyah terbaik, yaitu bangunan masjid.

Ketiga, mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban. HSI ingin menghidupkan sunnah, yakni pesantren yang kuat harus berpusat di masjid. Bukan menjadikan masjid sebagai pelengkap pesantren semata.

”Karena masjid ini di bangun di lingkungan boarding school, maka posisinya adalah sebagai ’jantung’, bukan lagi pelengkap. Masjid adalah laboratorium utama pendidikan adab dan tauhid,” ungkap Aryo meyakinkan.

Bagian Integral Pengembangan Ilmu Generasi Penghafal Al-Qur’an

Insyaallah, jika rampung secara keseluruhan masjid akan mampu menampung sekitar 600–800 jamaah dan menjadi sarana ibadah bagi santri, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar.

Sebagai fasilitas utama, dibangunnya masjid HSI Boarding School merupakan bagian integral dari rencana pengembangan fasilitas pendidikan HSI AbdullahRoy. Sesuai dengan rencana induk, kawasan ini dirancang terpadu dengan memiliki masjid jami’ sebagai pusatnya, gedung kantor dan manajemen yayasan, asrama, ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium.

Sasaran penerima manfaat dari masjid ini akan dibagi secara bertingkat. Mulai dari sasaran inti (Mustafid Awwal) yang mencakup santri HSI Boarding School tingkat SMA, para asatidzah, serta musyrif yang tinggal di area pondok selama 24 jam.

Sasaran kedua adalah keluarga besar HSI, yakni para santri HSI online dari seluruh Indonesia yang datang untuk mukim, i’tikaf, maupun menghadiri program daurah.

”Sasaran berikutnya adalah masyarakat di sekitar Sukabumi untuk melaksanakan shalat Jumat, shalat lima waktu, mengikuti kajian umum, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Sasaran terakhir tentu umat Islam secara umum yang mendapatkan manfaat dari kajiannya,” jelas Aryo.

Hingga kini, progres proyek pembanguan telah memasuki fase persiapan dan pembangunan fisik. Namun, kebutuhan materiil masih sangat diperlukan dan terbuka lebar. Beberapa kebutuhan yang harus segera dipenuhi di antaranya adalah pembangunan fondasi dan struktur masjid, pengadaan kubah, mihrab, sound system, interior masjid, karpet, AC, penerangan, serta sarana wudhu dan toilet yang layak.

”Total kebutuhan dana masih terbuka dan siapa pun bisa menyalurkan kebaikan. Ini menjadi peluang amal jariyah terbesar bagi kita semua,” tukas Aryo.

”Masjid HSI Boarding School Sukabumi ini, insyaallah akan menjadi bangunan istana kita di surga. Setiap huruf Qur’an yang dihafal santri di dalamnya, setiap sujud, setiap kajian tauhid yang disiarkan dari mimbarnya, pahalanya akan terus mengalir kepada para donatur, bahkan setelah kita wafat,” Aryo menambahkan dan berharap dukungan semua pihak.

Mewakili HSI BERBAGI, ia mengungkapkan tiga harapan besar atas proyek ini. Bagi santri, semoga dari masjid ini lahir generasi rabbani dan penghafal Qur’an bertauhid lurus yang kelak menjadi imam kaum muslimin.

”Dan, bagi masyarakat Sukabumi, semoga masjid ini menjadi tempat ternyaman untuk beribadah dan memperdalam ilmu agama. Bagi keluarga besar HSI AbdullahRoy, semoga ini menjadi bukti bahwa belajar online yang istiqamah bisa berbuah menjadi bangunan fisik yang manfaatnya kelak berbuah pahala di yaumul akhir,” tandasnya. (sbn)