Leny Hasanah- Dakwah Sosial

Bertempat di Masjid At-Taqwa, Aceh Tamiang, Dewan Pengurus LAZ HSI BERBAGI Ustadz Heru Nur Ihsan memberikan dukungan semangat kepada jamaah dan warga penyintas menghadapi ujian bencana yang datangnya dari Allah. Sebagai bentuk support nyata, ke depan HSI BERBAGI berencana membangun dan mengembangkan lembaga dakwah di Aceh. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Sumbawa, news.berbagi.id – Ketua Dewan Pengurus LAZ HSI BERBAGI bersama jajaran pengurus melakukan safar dakwah ke sejumlah daerah di Indonesia dalam rangka memantau potensi dakwah, memperkuat koordinasi program sosial pasca bencana, serta meninjau keberlanjutan pembinaan masyarakat di wilayah pelosok.
Perjalanan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei hingga 6 Juni 2026 ini mencakup beberapa wilayah, di antaranya Medan, Aceh, Sumbawa, Mamuju, hingga Flores, Nusa Tenggara Timur.
Giat safar diikuti langsung oleh Ustadz Heru Nur Ihsan selaku Ketua Dewan Pengurus LAZ HSI Berbagi bersama Mujiman Abu Ibrahim, Anggota Komite Laznas HSI Berbagi.
Mujiman menjelaskan, rangkaian kegiatan safar ini menjadi bagian dari upaya HSI Berbagi untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memperkuat sinergi dakwah dengan para dai dan lembaga pendidikan Islam di daerah.
“Kami ingin melihat langsung perkembangan dakwah di beberapa wilayah binaan, sekaligus berkoordinasi dengan para dai dan lembaga setempat terkait program lanjutan yang bisa terus dihadirkan untuk masyarakat,” jelasnya kepada news.berbagi.id di Sumbawa, Jumat (29/5/2026).

Ustadz Heru Nur Ihsan dan Mujiman Abu Ibrahim bersama pimpinan Pondok Pesantren Daarul Muhlisin, Aceh Tamiang. Pondok pesantren ini sempat viral karena dipenuhi tumpukan kayu gelondongan akibat banjir bandang Aceh akhir November 2025 lalu. Tumpukan kayu yang sangat besar tersebut tertahan di pondok, sehingga menyelamatkan rumah warga sekitar dari kehancuran.
Dalam agenda safar tersebut, tim HSI Berbagi sudah mengunjungi wilayah Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Banda Aceh selama kurang lebih empat hari. Di Aceh, HSI Berbagi menyalurkan dana zakat sebesar Rp34.650.000,00 yang diberikan kepada para mustahik. Juga disalurkan dana tanggap bencana Rp74.850.000,00 yang dititipkan para muhsinin untuk masyarakat penyintas di Aceh.
Selain memberikan bantuan tunai, HSI Berbagi juga berupaya menghadirkan dukungan rohani melalui koordinasi dakwah bersama para ustadz dan lembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan aktivitas dakwah di Aceh, termasuk Ma’had Darul Lughah terkait keberlanjutan pembinaan dakwah yang selama ini sudah berjalan,” tambah Mujiman.

Kondisi Pondok Pesantren Daarul Muhlisin sebelumnya, saat bencana banjir bandang menerjang dipenuhi tumpukan kayu gelondongan dengan volume sangat besar. Tumpukan kayu terlihat menutupi seluruh area pondok.
Tidak hanya itu, HSI Berbagi juga melakukan konfirmasi dan pendampingan terhadap para penerima Beasiswa Tholabul Ilmi (BTI) asal Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat yang saat ini menempuh pendidikan di Darul Lughah Aceh dan direncanakan melanjutkan pendidikan ke STDI Imam Syafi’i Jember dengan dukungan beasiswa dari HSI BERBAGI.
Tantangan Pasca Bencana

Kondisi Aceh Tamiang saat ini diliputi kerusakan dan kehancuran hutan yang cukup parah.
Dalam kunjungannya di Aceh Tamiang, Mujiman menjelaskan bahwa salah satu tantangan dakwah pascabencana adalah kondisi sarana dan prasarana yang masih belum stabil. Sebagian masyarakat di Aceh juga masih tinggal di hunian sementara, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan.
“Harapan masyarakat tentu adanya bantuan yang dapat membantu dan menopang perekonomian mereka, sekaligus perbaikan sarana dan prasarana lingkungan,” jelas Mujiman.
Selain Aceh, safar dakwah juga dilanjutkan ke Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat untuk pelaksanaan Qurban Fest 1447 H, kemudian ke Mamuju, Sulawesi Barat guna meninjau perkembangan pondok pesantren yang dirintis pascagempa 2018 bersama Ustadz Arman Supandi.
Sementara di Flores, tepatnya di Pulau Ende, tim HSI Berbagi dijadwalkan mengunjungi Ma’had Ponpes Sabilul Mukminin untuk menjajaki dukungan dakwah, khususnya dalam membantu pembiayaan pendidikan santri dari keluarga kurang mampu.
Insyaallah, melalui giat safar ini HSI Berbagi berharap sinergi dakwah dan program sosial yang telah berjalan dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai pelosok negeri dan menebar syiar Islam yang haq.(sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar