Leny Hasanah- Program SAY LAZ HSI BERBAGI

Ibu Ca bekerja sehari-hari sebagai pengupas kerang musiman di pesisir pantai Jawa Barat sangat terharu menerima bantuan Program SAY HSI BERBAGI. Baginya bantuan yang diberikan bukan sekadar santunan, tapi menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi anak yatim. Foto; Dok HSI BERBAGI.
Jawa Barat, news.berbagi.id – ”Alhamdulillah, ya Allah.. atas bantuannya… Sampai air mata saya keluar sendiri. Terima kasih atas perhatian untuk anak saya dan keluarga. Insyaallah bantuan ini sangat bermanfaat.”
Untaian kalimat itu terucap dari Bu Ca, seorang ibu dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai pengupas kerang hijau musiman di pesisir pantai Jawa Barat. Ia terharu, karena dinyatakan lolos setelah melewati verifikasi ketat. Sebagai penerima manfaat dalam Program Santunan Anak Yatim (SAY) Tahun 2026 yang digulirkan LAZ HSI Berbagi.
Lima tahun lamanya, berjuang sendirian sejak sang suami meninggal dunia, bantuan ini hadir sebagai jawaban atas doa-doanya yang dipanjatkan.
Rasa syukur juga disampaikan oleh Ibu ES, seorang ibu dari anak yatim di Kota Batam. Bagi ES, kehadiran program filantropi ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi keluarganya di tengah impitan ekonomi yang mendera.
“Program ini bukan hanya memberikan bantuan berupa santunan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan semangat bagi anak-anak yatim. Senyum dan kebahagiaan mereka menjadi bukti bahwa kepedulian sekecil apa pun sangat berarti,” ungkap ES kepada news.berbagi.id.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para penggerak di balik layar atas kelancaran program kebaikan ini.
“Kami mengucapkan jazaakumullahu khairan kepada seluruh tim, donatur, dan para muhsinin HSI Berbagi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, memberikan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap urusan. Semoga program HSI Berbagi terus berkembang,” tambahnya.
Penyaluran Capai Rp265 Juta Lebih
Program Santunan Anak Yatim 2026 telah menyalurkan bantuan sebesar Rp237.917.000 kepada 40 penerima manfaat. Selain itu, dana sebesar Rp27.556.000 untuk 5 penerima telah disetujui dan segera memasuki tahap penyaluran.
Dengan demikian, hingga 2 September 2026, tercatat ada 45 pemohon dengan total dana Rp265.473.000 yang telah disetujui untuk disalurkan. (baca juga berita SAY; https://news.berbagi.id/hsi-berbagi-salurkan-rp144-juta-untuk-anak-yatim-di-15-provinsi)
Sejak gelombang pendaftaran ditutup melalui pesan siaran pada 12 Juli 2026, tim Program SAY HSI Berbagi Tahun 2026 langsung mengolah 112 berkas yang masuk. Proses penyaringan ini dilakukan dengan sangat selektif, demi menjaga amanah para muzaki dan memastikan dana bantuan tepat sasaran.
Dari total pendaftar, sebanyak 5 berkas gugur otomatis (autodrop), 34 berkas dalam proses aktif, dan 31 berkas lainnya dinyatakan ditolak. Sekretaris Program SAY, Tania Latinina, memaparkan secara terbuka mengenai alasan di balik penolakan berkas-berkas tersebut demi menjaga akuntabilitas.
Sebagian besar berkas pendaftar terpaksa ditolak karena setelah ditinjau di lapangan, pemohon dianggap sudah mampu dan kebutuhan dasarnya telah terpenuhi. Selain itu, ada kendala administratif seperti anak yang diajukan sudah masuk usia baligh, tidak memiliki surat akta kematian ayah, atau belum genap satu tahun menerima bantuan serupa.
”Faktor pemohon yang tidak dapat dihubungi dan tidak kooperatif, serta jarak domisili perekomendasi yang melebihi ketentuan lembaga juga menjadi penyebab gugurnya pengajuan,” tambahnya.
Terkait target penyelesaian, Tania menyebutkan bahwa program semula ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026. “Namun, karena satu dan lain hal, target ini jadi mundur,” ujar Tania.
Meski mengalami penyesuaian waktu, proses verifikasi dan penyaluran bantuan tetap dilanjutkan secara bertahap. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim yang memenuhi kriteria program. (sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar