Leny Hasanah

Warga penyintas menjadi menjadi perhatian dan salah satu titik penyaluran Program Santunan Dhuafa HSI BERBAGI tahun 2025. Dok HSI BERBAGI
Jawa Barat, news.berbagi.id – Program Santunan Dhuafa (SDF) LAZ HSI BERBAGI tahun 2025 tuntas dilaksanakan. Pada penghujung pelaksanaannya, disalurkan dana zakat sebesar Rp1.020.408.000,00 kepada 255 keluarga dhuafa, yang mencakup 1.154 jiwa.
Alhamdulillah, realisasi ini melampaui target dengan capaian 102,04% dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp1 miliar.
”Bagi kami, ini bukan hanya soal jumlah, tapi memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang paling membutuhkan,” ujar Ketua Program SDF LAZ HSI BERBAGI, Abu Saudah, saat dihubungi redaksi news.berbagi.id di Jawa Barat.
Program SDF tahun 2025, yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026, diminati oleh 503 pemohon, baik dari kalangan santri HSI AbdullahRoy maupun masyarakat umum. Namun, dengan berbagai pertimbangan serta proses seleksi berlapis yang ketat, hanya sekitar separuh dari jumlah pemohon yang dinyatakan berhak menerima bantuan.
Abu Saudah menjelaskan bahwa seleksi yang ketat dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Mayoritas penerima merupakan keluarga dengan kondisi defisit ekonomi, sehingga bantuan ini menjadi penopang kebutuhan dasar agar mereka dapat bertahan hidup dengan lebih layak.
Sebanyak 248 pemohon tidak memenuhi kriteria penerima. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tergolong keluarga mampu berdasarkan analisis pendapatan dan had kifayah, telah menerima bantuan zakat dalam satu tahun terakhir dari HSI Berbagi, atau data-data yang diajukan tidak lengkap.
”Tantangan terbesar berada pada tahapan verifikasi lapangan. Kami memilih untuk tetap menjaga kebenaran data, meski berdampak pada lamanya proses. Dari evaluasi akhir program SDF, kami belajar bahwa sistem yang kuat harus diimbangi dengan kapasitas lapangan yang memadai, khususnya dalam verifikasi dan dokumentasi,” ungkap Abu Saudah.
Dia juga menambahkan, aspek yang perlu diperbaiki ke depan adalah percepatan verifikasi serta standarisasi dokumentasi. Oleh karena itu, pada program SDF berikutnya, pihaknya akan memprioritaskan kualitas data awal serta mengoptimalkan proses monitoring agar program dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi akurasi.
Sebagai penutup, Abu Saudah menyampaikan pesan kepada para donatur dan pemohon: “Amanah dari para donatur (muzaki), alhamdulillah, telah tersampaikan dengan penuh tanggung jawab. Kami mengajak semua pihak untuk terus menjadi bagian dari kebaikan ini, karena di balik setiap bantuan, ada harapan bagi saudara kita yang membutuhkan ,” katanya.
Program ini menunjukkan bahwa setiap donasi yang diberikan memberikan dampak nyata dan tepat sasaran sebagai amanah yang dijaga. Dukungan masyarakat dan para donatur sangat dibutuhkan agar lebih banyak keluarga dhuafa dapat dibantu pada periode berikutnya. (sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar