Leny Hasanah- Program Armalah HSI BERBAGI

LAZ HSI BERBAGI kembali menghadirkan Program Armalah 2026. Program bantuan dengan menyalurkan dana zakat ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi para ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga. Desain poster; Dok HSI BERBAGI.
Banten, news.berbagi.id– Program Armalah HSI BERBAGI menargetkan sekitar 200 pemohon pada pelaksanaan tahun 2026. Program ini ditujukan bagi peserta HSI AbdullahRoy yang berstatus janda dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Ketua Program Armalah HSI BERBAGI, Vebyola, mengatakan, program bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar bagi diri dan anak-anaknya.
“Tujuan utama Program Armalah adalah membantu meringankan beban ekonomi para ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka dan anak-anaknya,” ujar Vebyola kepada news.berbagi.id di Banten, Senin (14/9/2026).
Program Armalah dapat diikuti oleh peserta aktif HSI AbdullahRoy akhwat (ART). Calon penerima dari kalangan eksternal juga dapat mengajukan bantuan dengan rekomendasi dari peserta aktif atau pengurus HSI AbdullahRoy
Pendaftaran program dibuka selama dua pekan, mulai 9 hingga 23 September 2026. Adapun kriteria calon penerima bantuan meliputi:
Berstatus janda dan tergolong dhuafa.
Memiliki surat keterangan resmi cerai mati atau cerai hidup dari pernikahan terakhir.
Belum menikah kembali, baik secara resmi maupun siri.
Tidak menerima bantuan HSI Berbagi dalam jangka waktu 12 bulan terakhir.
Calon pemohon dapat mengisi formulir pendaftaran secara daring melalui tautan s.hsi.id/form-seleksi-awal-armalah-2026.
Menurut Vebyola, kebutuhan yang paling banyak dirasakan sebagian besar pemohon yang ditemukan HSI BERBAGI saat ini adalah bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar utang.
“Kebutuhan mendesak yang dirasakan sebagian besar pemohon adalah bantuan untuk bertahan hidup dan bayar utang,” katanya.
Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima. Selain untuk memenuhi kebutuhan mendesak, Vebyola berharap bantuan yang diterima nantinya dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha agar penerima memiliki peluang meningkatkan kemandirian ekonomi. (baca berita lainnya; https://news.berbagi.id/program-tahun-2025-tuntas-potret-nyata-menguatkan-armalah)
“Tentunya kami berharap dalam jangka panjang pemohon dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan sebagai modal usaha, tidak hanya untuk bertahan hidup dan bayar utang,” ujarnya.
Namun, program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan belum dapat diterapkan saat ini karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Pengalaman pada pemberdayaan Program Muslim Kreatif HSI BERBAGIi tahap pertama, yang juga melibatkan para Armalah, menjadi bahan evaluasi penting karena pelaksanaannya dinilai belum berjalan optimal.
“Melihat pengalaman pemberdayaan tahap pertama yang penerimanya Armalah, kurang berhasil. Jadi dibutuhkan strategi lebih detail jika ingin dilakukan oleh tim yang berbeda,” tutur Vebyola.
Karena itu, pemberdayaan ekonomi bagi penerima Armalah diharapkan dapat dilakukan di masa mendatang dengan strategi dan persiapan yang lebih matang. Untuk pelaksanaan tahun 2026, Program Armalah tetap difokuskan pada pemberian bantuan kepada janda dhuafa yang memenuhi kriteria dengan target sekitar 200 pemohon. (sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar