Leny Hasanah- Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI

Tim Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI secara bertahap terus menyalurkan bantuan logistik kepada para penyintas di beberapa wilayah yang terdampak langsung gempa NTT. Foto-foto; Muhammad Nashir/ Dok HSI BERBAGI.
Nusa Tenggara Timur, news.berbagi.id – HSI Berbagi menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Distribusi dilakukan secara bertahap sejak 31 Agustus hingga 11 September 2026.
Selama periode tersebut, bantuan yang disalurkan terdiri atas 755 kilogram beras, 139 liter minyak goreng, 32 dus air mineral, 29 dus mi instan, dan 11 papan telur ayam.
Di Kabupaten Ngada, distribusi dilakukan di Desa Taen Terong 1, Dusun Bekek, dan Desa Tadho. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, bantuan menjangkau Kampung Nangalok, Kampung Moralante, Kampung Kas di Desa Golo Lijun, Reo, Nangarema, Kampung Pringrahman Dusun Satar Punda, serta Masjid Nurul Barokah Kampung Benteng Jawa.
Rangkaian distribusi tersebut dilakukan setelah tim mendatangi sejumlah lokasi untuk melihat kondisi warga dan kebutuhan yang masih diperlukan pascabencana. Ketersediaan pangan dan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama yang ditemukan di lapangan.

Temuan di lapangan tampak beberapa bangunan masjid dan mushola mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang roboh.
Pada 13 September 2026, Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI kembali mendatangi Nanga Lirang, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Di lokasi ini, tim menyerahkan 50 kilogram beras dan dua karton mi instan kepada masyarakat.
Selain menyerahkan kebutuhan pangan, tim melihat kondisi fasilitas umum yang terdampak. Sebuah mushola di Nanga Lirang mengalami kerusakan hingga roboh. Masyarakat setempat juga masih menghadapi keterbatasan air minum dan air bersih.
“Kondisi masyarakat cukup sulit, terutama dalam mendapatkan air minum dan air bersih. Tim kami juga mendapati ada mushola yang roboh akibat dampak bencana,” kata Ketua Program Tanggap Bencana HSI Berbagi, Agung Abu Uswah, setelah menerima laporan dari lapangan, Selasa (15/9/2026).
Dari Nanga Lirang, tim melanjutkan perjalanan ke Nanga Pede, Kecamatan Lamba Leda Utara. Di sana, Masjid Al-Muhajirin juga ditemukan roboh akibat gempa dan tsunami.

Tim Tanggap Bencana LAZ HSI BERBAGI salurkan logistik ke wilayah terdalam yang minim bantuan.
Kondisi tersebut menjadi dasar pemetaan kebutuhan untuk menentukan dukungan tahap berikutnya. Tim juga memantau kawasan pesisir yang menjadi daerah binaan HSI BERBAGI karena mengalami dampak tsunami cukup parah. Di lokasi ini, sekitar 90 persen rumah warga hancur dan belum dibangun kembali.
“Di daerah binaan ini, sekitar 90 persen rumah warga hancur dan hingga saat ini belum dibangun kembali karena lokasinya berada di pesisir pantai yang terdampak langsung tsunami,” ujar Agung.
Menurut Agung, temuan di lapangan ini akan menjadi data penting bagi HSI BERBAGI untuk melakukan pemetaan kebutuhan yang lebih mendalam, mencakup kebutuhan dasar, hunian, hingga sarana ibadah.
HSI BERBAGI Rotasi Personel Tim

Respons di lapangan kini dilanjutkan melalui penyegaran personel. Tim pertama yang terdiri dari Dovit Agususilo, Adhi Setyawan, dan Muhammad Nashiruddin dijadwalkan pulang secara bertahap.
Sebagai gantinya, HSI BERBAGI mengirimkan personel baru pada 14 September 2026 yang dipimpin oleh Denny Kristanto selaku komandan tim, didampingi Sopian Awaludin, Asprie Suseno, dan Abdurrahman.
Proses pergantian ini dilakukan bertahap karena personel baru sempat mengalami keterlambatan penerbangan (delay).
“Dua sampai tiga hari ini sedang proses pergantian personel. Personel yang berangkat kemarin sempat mengalami delay, sementara personel lama dijadwalkan pulang besok. Jadi tim belum bisa berkumpul penuh (regroup) dalam dua hari ini,” jelas Agung.
Setelah seluruh personel baru tiba, HSI BERBAGI akan kembali melakukan pemetaan kebutuhan di titik-titik terdampak untuk menentukan bentuk dukungan berikutnya.
Jazaakumullahu khairan, rangkaian penyaluran logistik ini terlaksana berkat dukungan para muhsinin dan donatur yang menitipkan amanahnya melalui HSI BERBAGI untuk membantu memulihkan kondisi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. (sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar