Leny Hasanah- Beasiswa Tholabul Ilmi

Santri HSI Boarding School Purwerejo dalam lingkungan pondok kerap menggunakan bahasa Arab dalam setiap interaksi yang dilakukan. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.
Sukabumi, news.berbagi.id – Santri HSI Boarding School (HSIBS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9, yakni kompetisi bahasa Arab tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia.
Tahun ini, HSIBS mengirimkan santri (peserta) dari Purworejo dan Sukabumi, dengan hasil gemilang menyabet banyak penghargaan di masing-masing kategori yang dilombakan
Di Kabupaten Purworejo, santri HSIBS berhasil memborong hampir seluruh podium pada Kategori 2, mulai dari Juara 1 hingga Harapan 3. Sementara itu, di Kota Sukabumi, tiga santri berhasil meraih prestasi dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Jawa Barat sesuai kuota yang ditetapkan panitia.
Guru Pembimbing Bahasa Arab HSI Boarding School Sukabumi sekaligus pendamping lomba, Ustadz Ulil Albab, menjelaskan, keikutsertaan dalam OBA bukanlah yang pertama bagi santri-santri mereka.
“Tahun lalu kami mengikuti OBA ke-8 dan alhamdulillah berhasil meraih Juara 3 tingkat provinsi. Tahun ini kami kembali mengirimkan peserta dari Purworejo dan Sukabumi dengan hasil yang membanggakan,” ujarnya di Sukabumi, Kamis (16/7/2026).
Gunakan Bahasa Arab di Lingkungan Pondok
Menariknya, menurut Ustadz Ulil Albab, keberhasilan para santri bukan diperoleh melalui program latihan intensif menjelang lomba.
“Pada dasarnya kami tidak memiliki persiapan khusus. Kami lebih berpegang pada prinsip bagaimana bahasa kedua dipelajari dengan benar, kemudian bahasa Arab terus dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari. Jadi, ketika ada lomba seperti ini, kami tinggal mengikutinya secara alami,” tuturnya.
Pada OBA ke-9 tahun ini, HSIBS mengirimkan enam peserta dari Purworejo dan lima peserta dari Sukabumi. Sementara itu, setiap sekolah diperbolehkan mengirim maksimal enam peserta.
Menurutnya, pembelajaran bahasa Arab di HSIBS tidak menggunakan metode instan menjelang perlombaan.
“Tidak ada metode khusus. Namun, kami berusaha mengajarkan bahasa Arab berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa yang benar, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang sudah ada. Bahasa Arab digunakan dalam keseharian, sehingga kemampuan santri terbentuk secara alami,” jelas Ustadz Ulil Albab.
Ia menambahkan bahwa kemampuan bahasa Arab para santri sudah berada pada level yang cukup baik untuk jenjang SMA, sehingga mereka mampu menghadapi soal-soal OBA dengan lebih percaya diri, biidznillah.
Kompetisi Menjadi Sarana Belajar

Ustadz Ulil Albab menegaskan, pihak sekolah tidak memberikan motivasi khusus kepada santri untuk mengejar kemenangan. Sebaliknya, kompetisi dipandang sebagai sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan semangat belajar.
“Kami membangun hubungan yang baik dengan para santri dan berusaha membersamai mereka. Kami juga membiasakan diri menggunakan bahasa Arab saat berinteraksi dengan mereka. Kompetisi seperti ini justru menjadi penyemangat untuk terus belajar. Menang ataupun kalah, pada dasarnya manusia menyukai tantangan dan kompetisi,” tuturnya.
Menurut dia, kesempatan mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam proses belajar karena memberi ruang bagi santri untuk menguji kemampuan. Sekaligus memperoleh pengalaman yang berharga.
Saat ditemui di Cikembar, Sukabumi lokasi pondok tempat dirinya belajar menuntut ilmu, Imu Abduroofi menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam Olimpiade Bahasa Arab berkat dukungan sekolah yang tiada henti. Persiapan khusus pun tidak dilakukan. Hanya saja, Imu kerap menggunakan bahasa Arab kepada seluruh teman-temannya di lingkungan pondok.
“Kami sudah terbiasa menggunakannya kepada sesama santri. Jadi, kemampuan dalam berucap dengan sendirinya terbentuk dan menjadi dasar untuk ikut lomba. Tidak ada persiapan khusus, saya hanya belajar satu hingga dua jam saat menjelang lomba,” ujar Imu, yang berhasil meraih predikat juara harapan 4 dan berhak melanjutkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Raihan Prestasi HSI Boarding School Purworejo

Kategori 2 Kabupaten Purworejo
Juara 1: Abdul Hakim
Juara 2: Yunus Mashun
Juara 3: Rayyan Zamzami Kahfi
Harapan 1: Muhammad Tsalis Fawaz Dzaki
Harapan 2: Ahmad Faiz Muharram
Harapan 3: Syahidul Hayyi
Dari hasil tersebut, Juara 1 dan Juara 2 berhak melaju ke tingkat provinsi sesuai kuota yang ditetapkan panitia.
HSI Boarding School Sukabumi

Kategori 2 Kota Sukabumi
Juara 1: Hamam
Harapan 2: Muhammad Emil Fikar
Harapan 4: Imu Abduroofi
Ketiga santri tersebut berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Jawa Barat sesuai kuota yang berlaku di Kota Sukabumi.
Olimpiade Bahasa Arab (OBA) merupakan kompetisi berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi, hingga nasional. Namun, tidak semua peraih juara di tingkat kabupaten/kota otomatis lolos ke tingkat provinsi karena kuota setiap daerah berbeda-beda, bergantung pada jumlah peserta di masing-masing kategori.
Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi HSI Boarding School dalam membina kemampuan bahasa Arab para santri melalui pembelajaran yang diterapkan dalam keseharian. Selanjutnya, para santri yang lolos akan melanjutkan perjuangan di tingkat provinsi, dengan harapan mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Serta mengharumkan nama HSI Boarding School. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mudahkan setiap langkah mereka. (sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar