Karhutla Kalimantan Kian Pekat: 1.487 Hotspot Terdeteksi, 66.679 Warga Terserang ISPA

By: hardi

Leny Hasanah- Tanggap Bencana

Kebakaran hutan Kalimantan- Foto; Istimewa

Kalimantan, news.berbagi.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat Satelit NOAA-20 mendeteksi 1.487 titik panas (hotspot) di daratan Kalimantan hingga Kamis (20/8).

Kebakaran vegetasi dan lahan gambut tersebut menghasilkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat serta aktivitas publik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, merinci konsentrasi titik panas berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara itu, wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara terpantau memiliki 3 titik panas.

Dampak asap dari lahan gambut yang terbakar memengaruhi kondisi fisik penduduk. Otoritas penanggulangan bencana daerah mencatat 66.679 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mendominasi kelompok anak-anak dan lansia.

Kondisi udara tersebut memengaruhi sektor pendidikan di beberapa daerah. Di Palangka Raya dan Banjarbaru, jam masuk sekolah untuk siswa SD dan SMP digeser menjadi pukul 08.00 WIB guna menghindari kepekatan asap di pagi hari. Untuk jenjang PAUD, kegiatan belajar mengajar dialihkan melalui sistem jarak jauh atau daring.

Embusan angin membawa kabut asap melewati perbatasan antarnegara (transboundary haze). Dilaporkan bahwa kementerian terkait Malaysia mengambil tindakan dengan menutup sementara 108 sekolah di wilayah Sarawak demi keselamatan para pelajar.

Keterbatasan ruang pandang juga memengaruhi sektor transportasi dan ekonomi. Jarak pandang (visibility) di sekitar bandara utama merosot dan mengakibatkan penundaan (delay) pada belasan jadwal penerbangan domestik. Di jalur darat, otoritas lalu lintas mengimbau pengendara lintas provinsi untuk menyalakan lampu utama pada siang hari.

Hingga saat ini, pemadaman hutan terus dilakukan dengan mengerahkan 10.700 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni. Pemerintah juga mengoperasikan lima unit helikopter water bombing serta satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hujan buatan.

Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan kekuatan bagi para petugas di lapangan dan menurunkan hujan di wilayah Kalimantan. Agar area terbakarnya hutan tidak meluas dan dapat dipadamkan segara. (sbn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *