Leny Hasanah- Daksos

Solo, news.berbagi.id – LAZ HSI BERBAGI kembali menghadirkan program dakwah sosial melalui kegiatan Khitan Massal (Khitmas) 2026 yang akan digelar pada 4–10 Juli 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini menargetkan sedikitnya 1.000 anak sebagai penerima manfaat dengan layanan khitan gratis serta berbagai bantuan penunjang lainnya.
Komite LAZ HSI Berbagi, Mujiman Abu Ibrahim, menjelaskan, pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Selain karena kantor pusat LAZ HSI Berbagi ada di Yogyakarta, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas sinergi dakwah dan sosial dengan berbagai lembaga Islam di wilayah tersebut.
”Kami ingin lebih mengenalkan LAZ HSI Berbagi kepada lembaga, pondok pesantren, dan DKM yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Alhamdulillah, sekarang HSI Berbagi sudah menjadi LAZ Nasional dan harapannya bisa saling bersinergi dalam penyaluran program-program sosial dan dakwah,” ujar Mujiman di Solo, Senin (11/5/2026).
Gandeng Ponpes, Rumah Tahfidz, dan DKM
Dalam pelaksanaannya, HSI Berbagi menggandeng berbagai mitra dakwah sunnah seperti pondok pesantren, rumah tahfidz, DKM, hingga tokoh masyarakat yang siap menjadi titik pelaksanaan kegiatan khitan massal.
Beberapa lokasi yang dijajaki merupakan pusat kegiatan dakwah dan kajian Islam di Yogyakarta. Salah satunya kawasan Toko Pantes Bantul (Griya Pantes) yang dikenal rutin mengadakan kajian bersama Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.
Kolaborasi tersebut tidak hanya sebatas penyediaan tempat kegiatan, namun juga mencakup koordinasi teknis, penyebaran informasi kepada masyarakat, hingga dukungan operasional di lapangan.
Untuk menyukseskan program besar ini, panitia memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan khitan massal tahun sebelumnya di Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Jambi, total kebutuhan dana dapat mencapai sekitar Rp600 juta, termasuk biaya transportasi tim medis. (Baca berita sebelumnya; https://news.berbagi.id/jangkau-lokasi-sulit-khitan-massal-hsi-berbagi-tembus-1-130-anak)
“Kalau tanpa biaya tiket pesawat tim medis, kemungkinan sekitar Rp400 jutaan. Saat ini RAB masih terus digodok oleh panitia,” jelas Mujiman.
Adapun strategi pemenuhan dana dilakukan melalui fundraising, donasi masyarakat, dan kerja sama atau ta’awun dengan lembaga mitra. Beberapa kebutuhan utama seperti tim medis, biaya khitan, serta transportasi tenaga medis telah disiapkan oleh HSI Berbagi.
Tidak hanya mendapatkan layanan khitan gratis, para peserta juga direncanakan akan memperoleh sejumlah fasilitas pendukung berupa uang saku Rp50 ribu/anak, celana khitan, alat tulis sekolah, serta pendampingan medis selama kegiatan.
Panitia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak peserta khitan.
Dakwah Sosial yang Menguatkan Umat
Proses pendataan peserta dilakukan melalui jaringan masjid, DKM, pondok pesantren, dan lembaga mitra yang akan menyebarkan flyer secara online maupun offline kepada masyarakat sekitar.
Meski demikian, Mujiman mengakui bahwa tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah koordinasi lintas wilayah dan pendanaan yang harus terus diupayakan seiring persiapan acara berjalan. “HSI Berbagi belum memiliki dana khusus untuk khitmas. Jadi ketika acara akan berjalan, maka penggalangan dananya juga ikut berjalan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, HSI Berbagi berharap hubungan dengan lembaga-lembaga dakwah di Yogyakarta semakin kuat serta mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin kegiatan dakwah di masing-masing lembaga bisa terbantu. Pendekatan kepada masyarakat dan aparat juga bisa lebih baik melalui kegiatan sosial seperti ini,” tambahnya.
Mujiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan dan donatur yang telah mendukung program khitan massal HSI Berbagi.
“Jazakumullahu khairan kepada para relawan yang telah membantu dari awal hingga akhir. Semoga Allah Ta’ala membalas dengan pahala berlipat. Untuk para donatur, semoga setiap harta yang dititipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, karena khitan adalah ibadah sekali seumur hidup bagi anak-anak yang dikhitan,” ungkap Mujiman.
Mari ambil bagian dalam program Khitan Massal HSI Berbagi 2026 untuk membantu 1.000 anak menunaikan syariat Islam dengan layanan khitan yang aman, nyaman, dan gratis. Setiap donasi yang diberikan insyaallah bernilai pahala yang terus mengalir, menghadirkan manfaat bagi anak-anak dhuafa dan keluarga mereka.
Dukungan terbaik dari kaum muslimin sangat dibutuhkan agar program ini dapat berjalan lancar di berbagai wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Semoga setiap rupiah yang diinfakkan menjadi jalan keberkahan, penghapus dosa, dan pemberat amal kebaikan di sisi Allah Ta’ala.(sbn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar