BERITA FOTO: Pipanisasi Magelang, Dropping Pipa Alirkan Air dari Sumber

By: hardi

Teks dan foto; Subhan Abu Mayla

Program pipanisasi LAZ HSI BERBAGI sepanjang 12 kilometer yang dilaksanakan tim Tanggap Bencana di Dusun Pakel, Desa Ketawang, Grabag, Magelang Sabtu, 1 Agustus 2026 menjadi momen yang cukup krusial, yakni dropping dan pemasangan (penyambungan) pipa langsung ke sumber air di Dusun Pasengan yang berada (dengan ketinggian) sekitar 1.333 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Giat yang dilaksanakan secara bertahap ini, selalu mengedepankan teknis pengerjaan yang terukur dan terkoordinasi sesuai rencana. Dengan keyakinan dan semangat yang tak lekang, tim HSI BERBAGI beranjak dari posko relawan pukul 07.30 pagi, bersama warga bahu membahu dropping pipa ke lokasi sumber mata air untuk dipasang sepanjang 1000 meter.

Pemasangan pipa tahap awal di sumber air ini nantinya akan memudahkan penyambungan pipa selanjutnya, yang dilaksanakan hari Ahad (2 Agustus 2026) sebagai puncak giat pemasangan pipa secara keseluruhan sepanjang 12 kilometer, dengan melibatkan sekira 500 relawan dari berbagai lembaga yang menyebar di pulau Jawa.

Kerja keras dan semangat yang ditunjukkan relawan Tim Tanggap Bencana HSI BERBAGI adalah sebagai ikhtiar dalam program mengalirkan air bersih kepada warga Magelang yang saat ini mengalami kekeringan. Menyusuri tebing curam yang panjang, berlari, menghalau gangguan yang menghambat pipa saat tracking jalur, menentukan titik koordinat pipa yang akan dipasang dan hal teknis lainnya adalah perjuangan untuk dapat mewujudkannya. (baca berita sebelumnya; https://news.berbagi.id/berita-foto-tracking-jalur-pipanisasi-magelang)

Bersama warga, tim relawan bersiap angkut roll Pipa HDPE menuju sumber air di Dusun Pasengan. Penggunaan pipa HDPE dalam program pipanisasi yang dilakukan karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya; tahan korosi dan bahan kimia, umur pakai yang cukup panjang (dapat mencapai puluhan tahun jika digunakan sesuai spesifikasi) serta tahan terhadap benturan.

Gotong royong menurunkan pipa sepanjang 100 meter (setiap gulungan) dari jalan menuju sumber air dengan kontur tanah kering dan tebing yang curam, diantara rimbunan pohon bambu serta jalur hutan yang cukup lebat.

Menembus rimbunan pohon dan belukar demi satu tujuan, pipa tersambung ke sumber agar air dapat mengalir lancar.

Teknik pipanisasi untuk menyalurkan air bersih dari sumber air adalah metode membangun jaringan pipa yang mengalirkan air dari mata air, sumur, sungai, atau reservoir menuju tempat penampungan atau langsung ke pengguna. Keunggulan teknik pipanisasi dapat menyalurkan air secara efisien dengan kehilangan air yang relatif kecil. Menjaga kualitas air, karena aliran berada dalam pipa tertutup. Mengurangi risiko pencemaran selama distribusi. Dapat melayani banyak pengguna secara berkelanjutan, jika dirancang dengan benar. Teknik ini banyak diterapkan pada sistem penyediaan air bersih di pedesaan, terutama dengan sistem gravitasi jika sumber air berada di lokasi yang lebih tinggi daripada wilayah pelayanan dalam hal ini rumah-rumah warga penerima manfaat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, giat hari ini berjalan lancar dan menjadi penting. Semoga pipa yang telah terhubung dengan sumber air, dapat meringankan dan menghemat waktu pengerjaan pipa selanjutnya. Terutama di hari Ahad, saat mobilisasi relawan yang cukup besar,” ujar Denny Kris, relawan Tanggap Bencana HSI BERBAGI yang didapuk menjadi Komandan Lapangan Pipanisasi Magelang kepada news.berbagi.id di lokasi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *