Belajar Sembelih Halal, 150 Takmir Masjid Pulang Bawa Ilmu

By: hardi

Leny Hasanah- Program Daksos

Melalui pelatihan juru sembelih halal, HSI BERBAGI ingin memastikan ibadah qurban tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga benar-benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah, mulai dari fiqih hingga teknis penyembelihan. Foto; Dok HSI BERBAGI.

Sleman, news.berbagi.id – Menjelang Iduladha 1447 Hijriyah, HSI BERBAGI menggelar “Pelatihan Juru Sembelih Halal bagi Takmir Masjid” di Grha Nur Ramadhan, Mlati, Sleman, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini langsung mendapat sambutan besar dari para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan takmir masjid. Kuota 150 peserta bahkan telah penuh sejak tiga hari sebelum acara dimulai.

Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai wilayah seperti Yogyakarta, Magelang, Karanganyar, hingga luar DIY. Di balik tingginya antusiasme tersebut, ada keresahan yang menjadi perhatian utama panitia, yakni masih banyaknya praktik penyembelihan hewan qurban di masyarakat yang belum sesuai syariat Islam.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Gigih Nanggoro, mengatakan, masih ditemukannya juru sembelih yang tidak menjaga shalat menjadi salah satu alasan penting diadakannya pelatihan ini.

“Qadarullah, kita masih sering menjumpai jagal atau juru sembelih yang tidak menjaga shalat. Padahal shalat merupakan pembeda antara muslim dan kafir. Bahkan ada pendapat ulama yang menyatakan sembelihan orang yang meninggalkan shalat itu tidak halal,” ujarnya di Sleman, Jumat (8/5/2026).

Persoalan itu dinilai bukan perkara sepele. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap makanan halal, aspek penyembelihan justru kerap luput dari perhatian. Selain masalah aqidah dan ibadah pelaku sembelih, panitia juga menyoroti praktik di lapangan seperti tidak membaca “Bismillahi Allahu Akbar” saat menyembelih hingga minimnya standar higienitas, termasuk kebiasaan merokok ketika proses penyembelihan berlangsung.

Melalui pelatihan ini, HSI BERBAGI ingin memastikan ibadah qurban tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga benar-benar sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah, mulai dari fiqih hingga teknis penyembelihan.

Materi fiqih disampaikan oleh Ustadz Abdusallam Buysro, Lc., sementara sesi praktik dibimbing langsung oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayyati, praktisi jagal syar’i bersertifikat BNSP. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung penyembelihan lima ekor domba.

Edukasi Umat Perluas Mitra Pengelola Zakat  

Pendekatan praktik menjadi bagian penting agar peserta benar-benar memahami tata cara sembelih halal secara utuh. Seluruh peserta juga dibekali buku panduan untuk dipelajari kembali setelah pelatihan selesai.

“Kami berharap para DKM bisa membawa ilmu ini ke masjid masing-masing, lalu mengedukasi panitia qurban di lingkungannya agar penyembelihan hewan qurban makin sesuai syariat dan lebih higienis,” ucap Gigih berharap.

Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar HSI Berbagi memperluas kolaborasi dengan masjid-masjid melalui program Mitra Pengelola Zakat (MPZ). Dengan pendekatan tersebut, HSI Berbagi berharap dakwah syariat dapat berjalan beriringan dengan penguatan pelayanan umat di tingkat masjid.

Tingginya animo peserta membuat panitia harus membatasi jumlah peserta hanya 150 orang karena keterbatasan kapasitas tempat. Meski demikian, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak juru sembelih halal yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga syariat dalam setiap proses ibadah qurban.(sbn)

Komentar (2)

  1. PRATOMO 9 May 2026

    Terimakasih kami ucapkan kepada panitia dan penyelenggara Acara, acara nya sangat bermanfaat dan penuh ilmu.

    1. hardi 11 May 2026

      Alhamdulillah, barakallahu fiik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *