Amanah Nyata, 154 Keluarga Aceh Tamiang Bahagia Terima Paket Fidyah

By: hardi

Leny Hasanah- Program Fidyah

Ustadz Khalil Akbar perwakilan LAZ HSI Berbagi di Aceh Tamiang saat berbelanja di kota Langsa, memastikan kebenaran paket logistik dalam penyaluran amanah fidyah kepada 154 keluarga penyintas di perkampungan Lubuk Sidup, Kecamatan Sikerak. Foto-foto; Dok HSI BERBAGI.

Aceh Tamiang, news.berbagi.id – Namanya masih sama: Aceh Tamiang. Namun bagi ratusan warganya, hidup belum kembali seperti semula. Pascabanjir bandang dan longsor yang menghantam wilayah ini pada akhir November 2025, sebagian masyarakat masih bertahan dalam keprihatinan, tinggal di tenda pengungsian dan hunian sementara, menjalani hari-hari dengan penuh keterbatasan.

Di tengah kondisi tersebut, ada senyum yang kembali merekah. Sabtu, 25 April 2026, ratusan warga berkumpul dengan wajah penuh harap. Di hadapan mereka, paket sembako tersusun rapi, berisi kebutuhan bahan pangan yang sangat berarti bagi keberlangsungan hidup sehari-hari.

Hari itu, LAZ HSI BERBAGI menyalurkan bantuan fidyah kepada 154 kepala keluarga terdampak. Bantuan ini menjadi salah satu ikhtiar meringankan beban mereka yang telah berbulan-bulan menghadapi masa sulit.

”Alhamdulillah proses penyaluran fidyah untuk 154 keluarga di Aceh Tamiang berjalan lancar. Proses berjalan baik dari mulai pemesanan barang, hingga penyaluran. Hanya saja proses pemaketan membutuhkan waktu agak lama,” ujar Ustadz Khalil Akbar, perwakilan LAZ HSI Berbagi yang juga bernaung di Pesantren Dar Maryam Binti Ibrahim, Aceh Tamiang, Selasa (28/4/2026).

Salah satu momen yang mengesankan terjadi di halaman Masjid Nurussalam, lokasi penyaluran bantuan. Ustadz Khalil menuturkan bahwa ibu sekretaris desa setempat merasa terheran-heran melihat paket fidyah yang dibagikan.

Warga penyintas begitu antusias dan merasa sangat bersyukur menerima paket fidyah yang digelar di halaman masjid Nurussalam.

Menurutnya, paket tersebut dinilai lengkap dan jumlahnya sesuai dengan total kepala keluarga yang ada, berbeda dengan bantuan sebelumnya yang pernah mereka terima. Hal ini, bahkan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga penyintas.

Kondisi penyintas saat ini, lanjut Ustadz Khalil, mulai berangsur membaik meskipun belum sepenuhnya pulih. “Sebagian sudah tinggal di hunian sementara, sementara sebagian lainnya masih di tenda sambil menunggu penyelesaian pembangunan huntara yang ditargetkan rampung,” ucapnya menjelaskan kondisi nyata di lokasi.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi warga adalah lumpuhnya mata pencaharian. Banyak dari mereka belum bisa kembali bekerja, sehingga masih bergantung pada bantuan dari berbagai pihak.

Dari sisi kebutuhan logistik dan akses jalan, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa awal bencana. Kebutuhan bantuan sudah dapat dipenuhi dari distributor di Kota Langsa, dan jalur darat yang sebelumnya terisolir akibat longsor kini telah kembali normal.

Kondisi terkini di lokasi, sebagian warga Lubuk Sidup masih harus berjuang dan bersabar menetapi tenda-tenda pengungsi, menunggu Huntara yang lebih layak dalam menjalani keseharian setelah 5 bulan lebih bencana berlalu.

“Tidak ada tantangan yang berat dalam penyaluran kali ini. Akses sudah terbuka dan logistik lebih mudah didapatkan,” tambah Ustadz Khalil.

Momen lain yang tak kalah berkesan adalah antusiasme warga. Mereka turut membantu proses penurunan dan penataan bantuan dengan tertib, meskipun tim penyalur sempat datang lebih lambat dari jadwal. Selain itu, kesabaran warga yang telah bertahan selama lima bulan di tengah panas dan kemarau panjang menjadi pelajaran berharga. “Semoga Allah membalas kesabaran mereka dengan yang lebih baik,” imbuh Ustadz Khalil turut mendoakan.

Usai kegiatan, ia mengaku bersyukur dapat turut menunaikan amanah tersebut. ”Alhamdulillah, perasaan sangat bahagia bisa membantu walau hanya dengan tenaga. Semoga ke depan Allah mudahkan untuk membantu lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ia juga berharap bantuan ini menjadi awal terjalinnya silaturahmi yang baik dengan masyarakat, serta membuka jalan bagi kebaikan dan dakwah di masa mendatang.

Penyempurna Ibadah, Menuai Manfaat

Setiap keluarga di Lubuk Sidup menerima bantuan fidyah berisi kebutuhan pokok sehari-hari senilai Rp450.000,00. “Jazaakumullahu khairan kepada hamba-hamba Allah yang telah menitipkan amanah fidyahnya kepada LAZ HSI BERBAGI,” ujar Ustadz Khalil tak kuasa menahan bahagia karena dapat berkontribusi membantu saudara kita di Aceh Tamiang. 

Manager Distribusi dan Pendayagunaan LAZ HSI Berbagi, Aryo Abu Khansa menyampaikan bahwa total dana yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp72.300.000,00 yang diberikan kepada 154 kepala keluarga di Kampung Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Setiap keluarga menerima bantuan fidyah berisi kebutuhan pokok sehari-hari senilai Rp450.000,00 sementara sisanya digunakan untuk biaya operasional penyaluran.

”Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para muhsinin yang telah mempercayakan penyaluran fidyah melalui kami. Amanah ini benar-benar sampai kepada yang berhak dan memberikan manfaat nyata,” jelas Aryo.

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bukti bahwa fidyah yang ditunaikan tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

LAZ HSI Berbagi pun berkomitmen untuk terus menjaga amanah dengan penuh tanggung jawab, dan selalu mengedepankan transparansi dalam setiap penyaluran bantuan. (sbn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *